Home » Featured, Reviews

The Proposal

20 October 2009 Dibaca 190 kali 2 Comments

Labour Pains adalah sebuah komedi yang tak lucu, tak bernilai apapun dari Lindsay Lohan. The Proposal sejatinya punya ruh yang sama. Mempertahankan pekerjaan dan mencari ide “konyol” untuk mempertahankannya. Tapi, beda dengan si Lindsay, Proposal digoreng lebih matang, gurih, dan meski sedikit kelebihan garam, film ini lebih enak ditonton.

Film ini bercerita soal Margaret Tate (Sandra Bullock), seorang manajer ambisius, keji di sebuah perusahaan penerbitan buku. Mahluk perfeksionis ini punya seorang asisten yang mesti bekerja tepat, cepat dan terukur (mengutip Dethu), Andrew Paxton (Ryan Renolds). Suatu hari, setelah memecat editor—saingannya, dengan sangat enteng, Tate dipanggil direksi.

Ow promosi lagi? Bukan. Direksi mempertanyakan status visa Tate. Kemungkinan besar, Tate mesti dideportasi ke Kanada, her home. Gawat. Tate memutar otak (persis Lindsay..namun ini lebih smooth). Tiba-tiba Paxton muncul tanpa sadar dibalik pintu. Di Amerika, jika anda hendak menetap-bekerja-dan menjadi warga negara sana—mungkin ya, Tate mesti menikah. “Gua mau nikah…ini calonnya,” gusur Tate pada Paxton.

Kelabakan, slapstik, tapi okay…Direksi memercayai omongan Tate. Masalahnya, mereka memang harus benar-benar menikah. Mau tidak mau, pasangan bos dan kacung ini mesti menjalankan skenario dadakan tersebut.

Agar tidak mengelabui petugas imigrasi—yang sangat detil, kejam dan lihai itu, Tate mesti mengenal pribadi Paxton, dan semua latar belakangnya. Kalau Paxton jelas sudah mengenal betul siapa bosnya. Maka, berangkatlah mereka ke kediaman keluarga Paxton di Alaska yang sangat indah. Paxton ternyata berasal dari keluarga kaya raya. Sesuatu yang membuat Tate lantas minder.

Keluarga Paxton kaget juga ketika Paxton bilang, dia bakal menikahi Tate bosnya. Tapi, akhirnya mereka menerima dengan tangan terbuka—khususnya ibu mertua dan nenek mertua. Dan adegan-adegan yang tidak terlalu slapstick ala Meet the Parents pun hadir. Rupanya meski Tate diterima dengan baik, ayah Paxton, Joe, berharap Paxton tinggal di daerah tersebut, meneruskan bisnis keluarga—ini rupanya alasan kenapa Paxton enggan pulang.

Konflik ayah-anak ini berimbas pada kelanjutan apakah Tate akan tetap menikah dengan Paxton atau kebohongan mereka terbongkar? Film besutan Anna Fletcher ini mengalir sederhana. Dan layak tonton. Untuk tertawa dan melepas penat saja. Tapi anda tidak akan serugi ketika menonton Labour Pains…jamin.
The Proposal

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars

2 Comments »

  • Bossie said:

    tidak jauh berbeda dengan film drama romantis lainnya, cuma beda bumbu dikit klo ibarat makan sop kaki kambing yang ada di sepanjang jalan ABC Bandung.
    Intinya, dari hati mata turun ke hati atau dari keras menjadi lembek…wkwkwkwk….
    Btw fun lah, bikin suasana terhibur dikit ketika pikiran stress and butuh hiburan……..

  • Bossie said:

    (RALAT) .. dari mata turun ke hati maksudnya…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.