INDIANA JONES 4
INDIANA JONES and the Kingdom of the Crystal Skull
Ada yang bilang, “Spielberg mengeluarkan film kesayangannya”. Kalau memang begitu, berarti Indiana Jones-lah film nya. Kebanyakan Sutradara tua ini membuat film imaginasi sebagai representasi untuk penyaluran daya khayal atau dengan arti lain yaitu Spielberg menyampaikan, menyalurkan atau memenuhi khayalan-khayalan yang dibutuhkan penikmat film. Apalagi dengan mewujudkan film-filmnya dengan George lucas sebagai produser, penulis. Dan Mungkin sudah tentu film2nya menggiurkan penonton. Namun sangat disayangkan ketika Sean Connery ditawari untuk mengambil andil dalam Indiana 4 ini, Sean menolak ikut serta dengan alasan fisik.
IJ4 ini menceritakan pencarian kepala tengkorak kristal yang telah melegenda selama 5000 tahun, namun kurang meyakinkan apakah benar2 ada cerita tersebut. Tetapi hal yang pasti yaitu sebuah peradaban 5000 tahun silam itu memiliki teknologi serta budaya yang sangat maju dibandingkan dengan peradaban-peradaban lainnya. Ternyata memang benar sebuah peradaban itu ada, yaitu pernah terdapat sebuah peradaban Alien di bumi. Dan juga entah dari mana datangnya, tiba2 mantan pacar Jones tampil dalam film IJ4 ini, yaitu Marion si pramusaji bar dalam film IJ1.
Dari segi alur cerita sepertinya kurang memuaskan, karena dibandingkan dengan 3 Film berjudul Indiana Jones sebelumnya, IJ4 ini terasa seperti sebuah cerita yang kekurangan bumbu. Emang masak2 pak ???. Namun diawal-awal IJ4 ini kita diingatkan sedikit pada IJ1 yaitu Indiana Jones Raiders of the Lost Ark 1981. Apakah itu…?, tebak sendiri aja lah (silahkan jawab di bagian comment kalau berminat). Kalau penonton pernah melihat Indiana Jones 1, sudah tentu tahu apa yang gw maksud.
ANIMASI…..? Aduh….ada apa dengan Spielberg? Atau team kreatifnya kali yah ? Kenapa? Karena sangat banyak adegan animasi atau gabungan-gabungan gambar atau gambar2 yang dipadukan dengan teknologi bluescreen atau greenscreen sangat jelas terlihat kurang memuaskan. Kenapa ? Silahkan baca tulisan di blog ini yang berjudul “CUKUP 15 MENIT”. Setalah kalian baca di bagian animasi, maka kalian akan banyak menemukan kekurangan-kekurangan dalam film IJ4 ini. Aduh Om Spielberg, kok bisa-bisanya team animator Om seperti ini? Kok sepertinya animasi buatan team Spielberg seperti kembali ke era 90an? Sangat jelas terlihat ketika anak Indiana sedang bertarung menggunakan pedangnya melawan Kate Blanchet di atas mobil yang melaju kencang di tengah hutan belantara. Dan juga terlihat pada adegan mobil yang sedang melalui sungai 3 tingkat yang sangat deras. Dan scene lainnya yaitu ketika Jones hendak melarikan diri dari dalam kapal alien yang hendak berangkat, disitu terlihat kegagalan penggabungan gambar animasi dengan gambar yang sebenarnya. Sangat banyak potongan-potongan gambar yang kurang memuaskan atau penuh dengan kejanggalan2, namun akan buang2 waktu kalau ditulis disini panjang lebar.
Penokohan karakter dalam film IJ4 ini sangat memuaskan berikut nilai plus atas kalimat2 atau ekspresi2 lucunya yang membuat kita tertawa, walaupun gw tidak sampai terbahak-bahak. Dan memang Spielberg tidak melupakan Si Jonior yang telah gaek, kalau karakter yang diperakan oleh suami dari Calista Flockart ini emang udah tua juga dan hal itu sengaja ditampilkan dalam IJ4 ini sebagai bumbu cerita. Sepertinya di dalam IJ4 ini faktor keberuntungan Indiana Jones telah berkurang, bahkan kalaupun ada, tidak sebagus faktor2 keberuntungan di 3 film Indiana Jones sebelumnya.
Seperti kita ketahui bahwa Spielberg sangat terobsesi akan film2 ttg perang dunia ke-2, pembantaian oleh Nazi (salah satu penyebab gara2 bokapnya ikut World War II), dan ttg Alien. Karena dari berumur belasan tahun, Spielberg sangat mengagumi hal2 yang berbau Alien (obsesi dari kecil). Bahkan dari semua film2 Spielberg yang berbau Alien, sudah pasti bentuk Aliennya sama dengan film2 dia yang lain. Yaitu berkepala besar, mata besar, tengkorak kepala lonjong ke belakang. Ada yang mengatakan bahwa Spielberg lah yang menciptakan bentuk Alien tersebut, dan selalu menggunakan bentuk yang sama pada film2nya yang lain. Hanya saja sepertinya Spielberg melampiaskan sedikit obsesi Aliennya pada IJ4 ini. Mungkin bukanlah hal yang cocok penggabungan Alien di IJ4 ini. Tapi kata Spielberg “cocok”, ya apa boleh buat. “Ya iyalaaaa, khan gw (Speilberg) yang bikin film, bukan lu lagi Boss…!!!”. Gubraaaakkkk….
Film ini layak untuk dinikmati, walapun penulis sendiri tidak mengatakannya bagus. Ketika kita mengatakan suka akan suatu hal, maka belum tentu suatu hal yang kita suka itu bagus bukan…….., Bagi gw sendiri, yang membuat gw suka akan film IJ4 ini tidak lebih sbg film pengobat rindu akan penokohan karakter maupun pengobat rindu akan 3 film sebelumnya. Namun yang pasti, film Indiana Jones and the Last Crusade (IJ3), jauh lebih baik dan lebih bagus daripada IJ4 ini, karena saya telah menonton 3 judul film sebelumnya, ketika jenggot penulis belon tumbuh.
“ bossinnoti “










film ini buat bermain-main.bertualang.asik.lupakan serius2an
serius film nih asik…dicoba agh
Nonton film in jgn di DVD yah, apalagi bajakan, karena sound-nya keren. So, bioskop atuh, biar perfect…..
Sedikit menggurangi angka pembajakan yg telah merajalela di Indo ini.
What the F**k i’m talking about..?!??!?!?1
hahahha.padahal DVD lu bajakan juga cing.ghahhaa.ya nonton di bioskop emang berasa lebih gagah.apa sih???
ZZzzzzZZzzzz….ZzzzzzZZZZz….ZZzz……
asyiiiiik.
Kalau tak ada Indiana Jones 1-3, mungkin IJ4 bakal diacungi jempol. Tapi, sulit untuk tidak membandingkan film ini dengan pendahulunya. Sayang, melihat IJ4 seperti melihat sisi lain dari film National Treasure: Book of Secrets. Bertualang di gua2 sambil mencari barang peninggalan masa lalu. Agaknya IJ sudah sampai 4 ini. Sulit untuk membuat kelanjutannya, selain karena Ford sudah tak gesit lagi, IJ juga tak mungkin afdol tanpa Ford.
biar gw aja yg jadi IJ5-nya. he-he-he…
Leave your response!
Tags
Categories
Recent Comments
Archives
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed