Home » Reviews

Captivity

23 October 2007 Dibaca 2,909 kali 5 Comments

poster2.jpgSetelah ‘The Girl Next Door’ rata-rata temen setongkrongan gua jatuh cinta ama Elisa Cuthbert (Abby ngaku siah!!). She’s hot! Keseksiannya di film itu lebih mencuri perhatian dibanding aktingnya yang biasa-biasa saja. Apapun itu, Elisa sukses menancapkan imejnya di benak gua. Dan memang bisa ditebak sih, Elisa cuma aktris yang ngandelin ’sex appeals’ nya ketimbang akting yang bener. House Of Wax, film berikutnya bareng Paris ‘ouch’ Hilton menjadi bukti.

Tapi Elisa tetap bikin penasaran. Captivity yang menampilkan Elisa jadi pemeran utama membuat gua penasaran pengen tahu. Bisa jadi, aktingnya di sini oke. Catat, ekspetasi gua masih sangat tinggi. Terlebih melihat poster film ini, sangat mencuri perhatian.

Di Captivity, ia berperan sebagai Jennifer Tree, model yang tengah naik daun. Hmmm.,lagi-lagi sudah diberi imej panas. Outside Jen, ternyata ada seorang fanatik yang terus mengamati all about Jen. Video, majalah, tayangan tivi. Rajin sekali. Tak hanya itu, sosok misterius ini pun nekad menculik Jen, dan menjebloskan ke dalam sel pengap. Dengan tivi dan pintu yang susah dibuka.

Bakal tegang? Hmmm..di sel itu, Jen dipaksa oleh sosok misterius untuk mengenakan pakaian-pakaian yang sudah dipersiapkan. Lu penasaran ama body Elisa waktu ganti baju…naaaaaaa, jangan harap ada scene itu! hahaha.

Jen tersiksa dalam gelap. Dunno nothing to do. Beberapa hari kemudian, dia mulai dapet teman di kamar sebelah. Garry namanya. Ngakunya korban kidnaping juga. Perasaan senasib membuat mereka berusaha keep in touch. Beberapa hari dikurung, membuat Elisa gelisah. Garry juga. Saat ada kesempatan mereka bisa berdua (si misterius baik hati), terjadilah making love. (lagi-lagi mesti gua peringatkan buat lu-lu yang berharap bisa lihat body naked elisa..back off….hahhaa).

elisha_cuthbert_03.jpg

Film ini mulai terlihat membosankan. Terlebih ketika ada twist menjelang ending film. Film ini ternyata konyol…oh ya ini bukan film komedi ya…damn! Damn…kalau lu mau perkosa Elisa, nggak usah repot-repot menculik dan mensekapnya segala. Gang rape aja terus lu bikin videonya. Tapi penulis skenario di film ini memang sok-sok mau bikin ide cerita yang asyik.

Sutradara Roland Joffe membututkan reputasinya di film ini. Scarlet Letter (1995) lebih bisa dinikmati ketimbang Captivity. Sial, ini film jelek sekali! AKting Elisa, oh my God, sudah saatnya gua melepas ELisa dari Hot Babe List!

Good Bye Elisa, your movie is suck!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars

5 Comments »

  • dono said:

    elisa ngga ada sexy2nya di film ini.cape banget liat film ini

  • ab said:

    geuleuh…! :)

  • me said:

    BABE DEH!!!

  • coba said:

    alert(`XSS BUG Ditemukan euy..`)

  • SitA ToMSon said:

    jUmBerRRR AinG Mahh DwuAa

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.